Kemeriahan Peringatan Isro ' Mi'roj Nabi Muhammad Shollallahu ' Alaihi Wasallam di MI Qudsiyyah
- Kamis, 15 Januari 2026
- Berita Sekilas-info
- Administrator
- 0 komentar
Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1447 H yang diselenggarakan oleh MI Qudsiyyah bekerja sama dengan PPQ (Persatuan Pelajar Qudsiyyah) pada Kamis, 15 Januari 2026, merupakan sebuah kegiatan edukatif yang dirancang untuk mentransformasi momentum keagamaan menjadi wahana pembentukan karakter. Acara yang bertempat di Joglo GusJigang ini tidak hanya bertujuan mengenang perjalanan spiritual Nabi, tetapi lebih jauh, berupaya mengekstrak nilai-nilai universal dari peristiwa tersebut terutama penegasan tentang pentingnya akhlak dan menanamkannya kepada para santri sebagai fondasi kehidupan individu dan sosial.
Secara struktural, acara disusun dengan alur yang sistematis, memadukan berbagai pendekatan pendidikan. Pembukaan (iftitah) oleh Kyai J Abdurrahman berfungsi sebagai pengantar filosofis yang menyiapkan landasan spiritual dan intelektual bagi seluruh rangkaian. Selanjutnya, pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Santri Rayhan dan tahlil yang dipimpin Kyai Zulfa Kamal memperkuat dimensi teologis dan kebersamaan. Unsur estetika dan kearifan lokal dihadirkan melalui penampilan Rebana Mubarok Kids, yang berperan sebagai medium penyampai nilai religius yang mudah diterima oleh psikologi anak. Puncak acara adalah Mauidhah Hasanah dari Ustadz Syafil Fu’ad, yang secara khusus menekankan pesan bahwa akhlak adalah inti dari segala pendidikan dan peneladanan terhadap Nabi Muhammad SAW.
Dari perspektif akademik, kegiatan ini berhasil mengimplementasikan pendekatan multidisiplin. Integrasi antara kajian teologis (melalui ayat dan tahlil), pedagogis (melalui ceramah yang terstruktur), seni-budaya (melalui rebana), dan sosiologis (melalui penguatan ikatan komunitas) menciptakan pengalaman belajar yang holistik bagi para santri. Penekanan pada akhlak sebagai pesan utama sangat relevan dengan misi pendidikan dasar, di mana pembentukan karakter berada pada fase paling kritis. Kolaborasi antara institusi pendidikan (MI) dan organisasi pelajar (PPQ) juga patut diapresiasi sebagai bentuk sinergi yang melatih kapasitas manajerial dan kepemimpinan siswa.
Dokumentasi: Ustadz Faruqi Ahmad, S.Pd.
Artikel Terkait
Ziarah Makam Romo KH. Nadjib Hasan (Haul ke-2) dan Istighosah untuk Korban Banjir di Wilayah Kudus dan Sekitarnya
Selasa, 20 Januari 2026
Penguatan Implementasi Kurikulum melalui Rapat Penyusunan Modul Pembelajaran MI Qudsiyyah
Kamis, 15 Januari 2026